Punden berundak-undak di padang Kandis, VIII Koto Talago, kabupaten Limo Puluah Kota

Punden berundak-undak adalah beberapa balok batu yang disusun  secara berundak-undak. Satu buah balok batu berukuran 40 x 40 cm.  Panjangnya sekitara enam meter. Pada lapisan bawah disusunlah balok sebanyak delapan buah.

Pada lapisan kedua disusun pula balok batu sebanyak tujuh buah, pada lapisan ketiga disusun enam buah, pada lapisan ke empat disusun sebanyak lima buah dan seterusnya. Hingga pada puncaknya diletakkan sebuah balok.

Jadi satu buah punden berundak-undak setinggi delapan tingkat membutuhkan  balok batu sebanyak 8+7+6+5+4+3+2+1=36 buah balok batu. Kalau dilihat dari sisi samping, tampak seperti tangga batu

Punden berundak-undak berfungsi sebagai tempat mengadakan saji-sajian bagi masyarakat purba yang masih beragama animisme dan dinamisme. Dengan tujuan untuk menolak bahaya atau semacam bencana seperti gempa bumi, angin rebut, penyakit menular dan sebagainya. Dan juga bisa sebagai meminta rahmat dari sang ESA. Seperti minta hujan, minta kesuburan tanah dan sebagainya

About these ads

16 gagasan untuk “Punden berundak-undak di padang Kandis, VIII Koto Talago, kabupaten Limo Puluah Kota

  1. Artikel yang menarik !! sayang kurang lengkap, tolong di buat kan lebih rinci dan cerita lebih menarik. Sebab ada cerita legendanya ( biasa di nyanyikan ) anda bisa tanya orang yang tua di Padang kandi, sebab kalau hal ini digali legenda ini akan hilang begitu saja . Mari kita gali bersama tentang kebradaan punden berundak ( batu banta ) ini !!!

  2. dalam buku BAM (Budaya Alam Minangkabau) di tulis pundan barundak-undak atau oleh orang padang kandi sendiri dikenal dgn nama “Batu Banta”
    beberapa hari yg lalu saya beserta wali jorong, pemuda dan masyarakat padang kandi gotong royong membersihkan batu banta tsb.. karna telah di tutupi pepohonan dan semak belukar krn tidak ada yg mengunjungi atau studi ksna untuk penelitian..

    sebetulnya banyak lagi legenda yg mencakup keberadaan batu banta ini yg merupakan satu2 nya di ranah minangkabau…

    selaku orang asli padangkandi saya ucapkan terima kasih karna telah menulis artikel tentang pundan berundak-undak (batu banta) ini…

    * mohon di koreksi saketek uni Padangkandi tu di VII koto talago bukan di VIII koto talago…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s