Punden berundak-undak di padang Kandis, VIII Koto Talago, kabupaten Limo Puluah Kota

Punden berundak-undak adalah beberapa balok batu yang disusun  secara berundak-undak. Satu buah balok batu berukuran 40 x 40 cm.  Panjangnya sekitara enam meter. Pada lapisan bawah disusunlah balok sebanyak delapan buah.

Pada lapisan kedua disusun pula balok batu sebanyak tujuh buah, pada lapisan ketiga disusun enam buah, pada lapisan ke empat disusun sebanyak lima buah dan seterusnya. Hingga pada puncaknya diletakkan sebuah balok.

Jadi satu buah punden berundak-undak setinggi delapan tingkat membutuhkan  balok batu sebanyak 8+7+6+5+4+3+2+1=36 buah balok batu. Kalau dilihat dari sisi samping, tampak seperti tangga batu

Punden berundak-undak berfungsi sebagai tempat mengadakan saji-sajian bagi masyarakat purba yang masih beragama animisme dan dinamisme. Dengan tujuan untuk menolak bahaya atau semacam bencana seperti gempa bumi, angin rebut, penyakit menular dan sebagainya. Dan juga bisa sebagai meminta rahmat dari sang ESA. Seperti minta hujan, minta kesuburan tanah dan sebagainya

About these ads

13 pemikiran pada “Punden berundak-undak di padang Kandis, VIII Koto Talago, kabupaten Limo Puluah Kota

  1. Artikel yang menarik !! sayang kurang lengkap, tolong di buat kan lebih rinci dan cerita lebih menarik. Sebab ada cerita legendanya ( biasa di nyanyikan ) anda bisa tanya orang yang tua di Padang kandi, sebab kalau hal ini digali legenda ini akan hilang begitu saja . Mari kita gali bersama tentang kebradaan punden berundak ( batu banta ) ini !!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s