Sore ini pak Prof menekankan pada saya, bahwa kita ini memiliki kemampuan yang sama pada saat kita kita lahirkan. “Aku, kamu, memiliki potensi yang sama saat ibu kita melahirkan”, tekannya. Tapi sekarang kita, kamu dan teman kamu saling berbeda karena ikhtiar dan usaha masing-masing kita berbeda. Termasuk penanganan dari orang di sekeliling kita.
Jika sekarang yang terjadi adalah hal yang buruk, itu dapat dirubah dengan ikhtiar dan usaha. Seperti yang tersurat dalam pedoman hidup yang ditinggalkan Rasul, “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang merubah nasibnya”.
Ikhtiar dan usaha pada hakikatnya berbeda. Ikhtiar adalah suatu semangat yang datang dari dalam diri, sedangkan usaha adalah kesempatan yang dipengaruhi oleh keadaan. Karena di dunia ini segalanya serba mungkin.
Dilihat dari segi apapun segalanya akan menjadi serba mungkin. Itu kembali pada ikhtiar tadi. Bukan tak mungkin anak dari sepasang suami istri yang buta huruf akan menjadi seorang profesor dan guru besar. Itu bisa terjadi dan akan bisa berubah dengan ikhtiar dan usaha dari anak itu sendiri. Siapa sangka SBY yang sewaktu kecilnya pernah dilecehkan sekarang menjadi orang nomor satu di Indonesia.