Kediaman Willis tinggal beberapa saat lagi bisa dicapai menggunakan sepeda motor tua Ariel. Berkisar dua puluh atau dua puluh lima meter. Tepat mereka sudah berada di persimpangan gang Yudistira. Di balik punggung Ariel dengan menggengam ujung ransel Ariel, Willis ingin mengatakan sebuah rahasia. Rahasia yang sangat besar. Mereka makin terdesak, semakin dekat radius kediamannya dengan Willis semakin Willis terhimpit waktu.
“Kum, aku punya rahasia besar”. Begitu kira-kira Willis akan memulainya.
“Rahasia apakah itu?”
“Aku habis mencuri”
“Bunga mencuri?”
“iya”
“Apa yang Bunga ambil? Apa klepto stadium 0,01 mu kambuh lagi hingga membuatmu membawa benda-benda bekas ke kosmu?”
“bukan benda bekas, Kum. Jauh lebih besar dan berarti dari itu”
“apa itu?”
“Hati. Aku mencuri hati seseorang. Maaf. Aku tak berniat.”
“Tak ada yang harus dimaafkan, kenapa minta maaf”
“aku hanya ingin bercerita, tapi jangan Kum berkecil hati. Hatiku tak dapat dicurinya”
“Tak apa. Aku senang Bunga ingin berbagi”
“Aku senang Kum bilang begitu”
“Aku senang jika Bunga senang”
“Oh…”
“Karna itu lebih berarti”
“Kenapa tidak tanya siapa orangnya?”
“Aku tak ingin tau, karna bagiku itu tak penting”
“Apa yang penting”
“Yang jelas bukan dia”
“Tapi aku tetap ingin Kum tau”
“Ok, siapa?”
“Teman satu timku”
Rahasia itu terungkapkan. Sampai Willis berdiri di depan gerbang berkarat depan kediamannya. “Makasih Kum, sudah mengantar”, Willis membuka kata.
“Sama-sama, dan selamat menikmati. Aku balik ya”, balas Ariel
Willis mengikuti laju sepeda motor tua, menatapi punggung yang menyandang ransel bewarna hitam. Di dalam hati Willis berjanji akan benar-benar menyampaikan dan membeberkan rahasia besar itu. Sampai Willis memasuki kediamannya, hatinya masih sibuk dengan percakapan-percakapan yang seharusnya dia lakukan bersama Ariel.
jangan hanya kepada ariel saja.. aku juga ingin tahu rahasia besar itu. berharap..
cerita lama buk.
wah….kenapa hal seperti ini sering terjadi ya? bahkan pada ariel dan wilis juga!
apakah ini takdir atau cobaan dari tuhan?
terlepas itu takdir atau pun cobaan, semoga dua orang itu bisa melaluinya dengan baik. lalu kelanjutannya bagaimana?