8 Mitos tentang Online Learning

Tags

, , ,

  1. Kelas online tidak seefektif pembelajaran di kelas.
  2. Kelas online lebih mudah daripada kelas tradisional.
  3. Kelas online tidak terakreditasi.
  4. Kelas online tidak dihormati oleh pemberi kerja atau lembaga pendidikan.
  5. Lebih mudah untuk berbuat curang dan menipu dalam kursus online.
  6. Siswa online tidak dapat berinteraksi dengan pendidik.
  7. Kursus online tidak menawarkan interaksi dengan sesama siswa.
  8. Anda harus pintar menggunakan komputer untuk mengikuti kursus online.
Advertisements

Macam-macam Gaya Belajar

Tags

Menurut Bobbi De Poter & Mike Hernacki secara umum gaya belajar manusia dibedakan ke dalam tiga kelompok besar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik.

  1. Gaya Belajar Visual

Menurut Bobbi De Poter & Mike Hernacki yang dikutip oleh Sukadi, berdasarkan arti katanya, Gaya belajar visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, mengamati, memandang, dan sejenisnya. Kekuatan gaya belajar ini terletak pada indera penglihatan. Bagi orang yang memiliki gaya ini, mata adalah alat yang paling peka untuk menangkap setiap gejala atau stimulus (rangsangan) belajar. Continue reading

Meretas Multimedia untuk Pembelajaran yang Efektif

Tags

Pendidik selalu mencari cara baru untuk meningkatkan keterlibatan dan menambahkan warna dan sajian konten pembelajaran. Hal ini sering dapat dicapai dengan menggunakan multimedia pembelajaran untuk menyampaikan konten pembelajaran. Multimedia pembelajaran memberikan tawaran berbagai variasi format video, seperti  animasi, gambar, ilustrasi, klip video, dan klip audio yang tersedia secara stand alone ataupun secara online.

Namun, banyak multimedia pembelajaran yang juga tidak cocok dengan siswa dan tujuan pembelajaran. Continue reading

Sisi terkuat Online Learning

Tags

,

Kekuatan online learning terletak pada aktivitas belajar yang terbentuk, antar pendidik dengan peserta didik, dan antar sesama peserta didik. Membangun aktivitas pada online learning perlu mempertimbangkan keberagaman budaya peserta yang terlibat, diantarnya latar belakang, sudut pandang, dan perbedaan budaya. Semua itu berkontribusi untuk menjadikan aktivitas online learning menjadi hidup, memotivasi, mendalam,  bermakna, dan memberikan peserta didik pengalaman belajar. Suasana itu dapat tercipta dengan memfasilitasi peserta didik ruang untuk berinteraksi. Semakin tinggi tingkat interaktivitas pada online learning, semakin besar peluang untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Oleh sebab itu, tingkatkan partisipasi peserta didik dan tingkat ketuntasan kelas online.

 

 

 

3 Cara Mengatasi Plagiat

Tags

,

Saat ini tersedia berbagai perangkat lunak yang membantu kita memeriksa keaslian karya mahasiswa dan mencegah mereka sengaja menyalin karya orang lain. Biasanya ini terjadi bukan hanya kesalahan mahasiswa, namun karena ketidaktahuan bagaimana aturan pengutipan. Banyak mahasiswa tidak memahami perbedaan parafrase, meringkas, dan plagiarisme. Tulisan ini memberikan tawaran mengatasi plagiat, diantaranya: Continue reading

Beberapa hal yang Membuat Online Learning tidak Berhasil

Tags

,

Online learning sangat populer di era digital. namun, meskipun popularitas online learning belum tentu bersinergi dengan keberhasilan hasil belajar siswa. Pendidik perlu merancang aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif sepanjang pembelajaran. Berikut beberapa hal yang teridentifikasi yang membuat siswa gagal pada online learning, diantaranya: Continue reading

Apakah Kita perlu Menggunakan Media Sosial dalam Pembelajaran?

Tags

, ,

Pada saat kita memutuskan akan melakukan online learning, hal itu mendorong kita untuk menyediakan sumber belajar terbaik yang terhubung ke internet. Media sosial adalah salah satunya yang dapat dioptimalkan dalam meningkatkan interaksi antar guru-siswa, dan siswa-siswa. Media sosial adalah hal yang paling menonjol saat ini yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Menggunakan media sosial menjadikan desainer pembelajaran dan pendidikan menemukan cara baru dan kreatif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Continue reading

Tujuh Cara Menyediakan Dukungan Siswa untuk E-Learning

Tags

  1. menawarkan jam kerja online
  2. bermurah hati memberikan umpan balik
  3. menjanjikan waktu respon yang cepat
  4. bersikap fleksibel bila mungkin
  5. Tapi, juga memberikan pertanggungjawaban
  6. bersikap proaktif dalam menjangkau peserta didik
  7. menyediakan kesempatan/ waktu untuk melakukan tatap muka antara siswa dan guru, dan siswa dan siswa

Model Pengembangan, Pembelajaran, dan Desain Pembelajaran

Tags

, ,

  1. Model pengembangan merupakan kerangka sistematis untuk menghasilkan produk pengembangan atau produk pembelajaran. Model pembelajaran terdiri dari model Borg and Gall, model 4D, dan model Plomp.
  2. Model pembelajaran merupakan kerangka sistematis untuk mengembangkan pembelajaran. Model pembelajaran terdiri dari 4 kelompok besar, yaitu model pembelajaran sosial, model pembelajaran individual, model pembelajaran perubahan tingkah laku, dan model pembelajaran perolehan konsep. Model-model pembelajaran lainnya berada di bawah empat kelompok payung model ini.
  3. Model desain pembelajaran merupakan kerangka sistematis untuk mengembangkan sistem pembelajaran. Model ini meliputi ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison.

Bagaimana posisinya dalam penerapan di lapangan?

Pada saat desainer pembelajaran akan mengembangkan pembelajaran inovatif, langkah pertama yang desainer lakukan adalah menganalisis model pengembangan mana yang akan digunakan untuk mendapatkan sebuah model pembelajaran inovatif. Misalnya dengan memilih model 4D. Pada saat mengembangkan desain pembelajaran, merujuk ke salah satu dari ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison. Jika dianalisis lebih jauh, mereka model pengembangan memiliki alur yang sama dengan model desain pembelajaran. Pada saat mengembangkan desain pembelajaran, dapat menggunakan ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison atau model Borg and Gall, model 4D, dan model Plomp. Tetapi jika hanya mengembangkan media pembelajaran (produk pembelajaran), model yang direkomendasikan adalah model pengembangan.

Setelah menentukan model pengembangan dan model desain pembelajaran, fokus selanjutnya adalah apa yang menjadi fokus desainer pembelajaran terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Berdasarkan karakteristik materi, ada empat kelompok, yaitu model pembelajaran sosial, model pembelajaran individual, model pembelajaran perubahan tingkah laku, dan model pembelajaran perolehan konsep.