Penggunaan Blog sebagai Media Pelaporan Bacaan Mingguan

Tags

, ,

Tujuan penulisan artikel ini untuk membuktikan pengaruh penggunaan blogfolio oleh mahasiswa sebagai media pelaporan bacaan mingguan. Data dikumpulkan dengan metode kuantitatif eksperimen dengan desain pre-test post-test. Cara ini dilakukan kepada 42 mahasiswa Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang pada mata kuliah Pengembangan Model Pembelajaran Inovatif. Hasilnya menunjukkan bahwa cara ini berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Implikasi penggunaan blog sebagai media pelaporan bacaan perminggu membutuhkan keterampilan minimal mengoperasikan komputer, mengelola halaman blog, dan internet, untuk memberikan kesempatan berpartisipasi seluas-luasnya dalam meningkatkan mengolah pesan.

Artikel ini dipresentasikan pada The 9th International Conference for Science Educators and Teachers (ICSET) 2017 di Semarang (http://fip.unnes.ac.id/icset2017/index.php/parallel-presenter/).

Advertisements

Desain Pesan dalam Blended Learning

Tags

, , ,

Blended learning merupakan inovasi pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya menuai masalah yaitu kurang diperhatikannya penyajian pesan pembelajaran baik secara online maupun tatap muka. Prinsip desain pesan pembelajaran kurang diaplikasikan dalam pengembangan materi ajar yang mengakibatkan pembelajaran yang terjadi kurang bermakna. Sehingga mahasiswa belum mampu mengeneralisir pembelajaran, mengkonstruk pengetahuan dan belum menjadi independent learners. Terhadap masalah ini diperlukan sebuah model desain pesan pembelajaran dalam blended learning. Model Kemp, Morrison dan Ross menjadi basis dalam pengembangan model ini. Model tersebut dikembangkan menggunakan ADDIE model dengan mengumpulkan data through observation, interviews, and questionnaires.Hasilnya menunjukkan bahwa perlu ditambahkan langkah analisis kebutuhan, analisis lingkungan dan mendesain pesan untuk digital pada model sebelumnya. Penambahan langkah tersebut menjadikan model desain pesan pembelajaran dalam blended learning menjadi lebih komprehensif untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lifelong learner di abad XXI. Baca Hasil Penelitiannya

The Development of Message-Design Model in Blended Learning

Tags

, ,

Blended learning merupakan sistem pembelajaran, hal ini bermakna bahwa pesan pembelajaran dalam lingkungan blended learning juga berarti sangat penting. Berikut silahkan dibaca hasil penelitian saya tahun 2016 tentang desain pesan dalam blended learning. Baca selanjutnya.

 

Inovasi Pembelajaran dengan Pemanfaatan Blog oleh Mahasiswa

Tags

, , , , ,

Pergeseran paradigma dalam kontek pendidikan beralih dari interaksi langsung di kelas ke interaksi virtual. Pergeseran paradigma  ini dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan teknologi dan informasi yang menawarkan flesibelitas yang tinggi, variasi dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, khusunya pembelajaran. Pergeseran paradigma ini juga mempengaruhi sistem pengiriman materi ataupun bentuk tugas yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebelumnya pengiriman materi dari dosen melalui bahan cetak, media tayang dan beberapa diktat kuliah, saat ini pengiriman materi dapat difasilitasi oleh e-mail, blog, website, portal kampus dan media sosial yang dimanfaatkan oleh dosen untuk pembelajaran. Selain itu, balikan dari mahasiswa sebelumnya dalam bentuk makalah yang diprint, ringkasan yang ditulis tangan dan mindmap yang dirancang sendiri, kehadiran teknologi dapat merubah sistem tersebut. Continue reading

The Effectiveness of Blended Learning Strategy Formulation on Implementing Curriculum in Department of Curriculum and Educational Technology at Padang State University

Tags

,

The purpose of this study was to test the effectiveness of formulation of blended learning validated and it’s practicality was counted from previous study. The model used for the overall study was ADDIE model of the five stages, namely Analysis, Design, Development,
Implementation, and Evaluation. This second year was the implementation phase to test the effectiveness of the formulation blended learning strategy on the School Curriculum Studies subjects. The activity began with implementing the learning process using blended learning strategy formulation with the formula of online learning and face-to-face 62.5% 37.5% applied to 40 students. Based on data analysis has been conducted on students’ final grades obtained by the value of the t test at the 0.05 level of 0.032. This proved that there were significant differences between the results of learning to use the strategy formulation blended learning with face-to-face lectures on the implementation of the curriculum in the Department of Curriculum and Educational Technology. In other words, the strategy formulation of blended learning was more effective than lectures conducted by face-to-face. The implication of this study need to be formulated of combination formulations face to face and online learning based on the characteristics of lecture material.

read more —-> http://seminars.unj.ac.id/etwc/

Quote

FORMULASI STRATEGI PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM DI JURUSAN KTP FIP UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tags

, ,

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menemukan formulasi strategi yang efisien dan efektif dalam mengimplementasikan kurikulum, sehingga menjadi atraktif, siswa aktif, dan target yang diinginkan tercapai secara terukur. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan menggunakan pendekatan ADDIE dengan objek penelitiannya strategi penerapan blended pada mata kuliah Kajian Kurikulum Sekolah. Sumber data adalah mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Produk penelitian ini divalidasi oleh pakar sesuai dengan bidang terkait. Produk yang dihasilkan dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian ini dilaksanakan selama dua tahun. Tahun pertama penelitian ini sudah sampai pada tahap analisis, desain dan pengembangan dengan formula online learning 62,5% dan formula pertemuan tatap muka 37,5%. Tahun kedua hasil pengembangan ini akan diimplementasikan dan dievaluasi.

Read More —-> http://ejournal.unp.ac.id/index.php/penelitianpendidikan/article/view/4126

PRODUCTION BASED LEARNING: AS A TOOL TO INCREASE ENTREPRENEURIAL SKILLS OF STUDENTS

Tags

, ,

oleh: Ganefri, Aznil Mardin, Ulfia Rahmi, Asmar Yulastri

ABSTRACT
The aim of this paper is to examine the issue of the development of entrepreneurial skills of students in vocational education. Entrepreneurship education is a subject that is included in the curriculum of vocational education which aims to broaden the knowledge of the students to the world of entrepreneurship and to motivate them to become directly involved in the entrepreneurial world. However, the achievement of the objectives of the course is still far from what is expected, it is caused by the lack of experience gained by the students in the entrepreneurial course and by the lack of student ability to generalize from one course to the other courses. The recent learning process oriented on the theory that was less supported by the practice, so that the experiences gained were still abstract. The teaching model of production based learning is the main step in improving the entrepreneurial skills of the learners, it is caused by this model will synergize the knowledge (cognitive) and psychomotor abilities of students that have not been achieved well. The implication is that faculty and instructional designers need to design the learning that facilitates the students in order to have direct experiences especially in entrepreneurial courses (entrepreneurship).
Keyword: Models of Teaching, Product Based Learning, Entrepreneurship,

Read more —> https://sted2017.wordpress.com/proceeding/

Delapan Alasan Tulisan Dipertimbangkan dalam Jurnal Ilmiah

Tags

Keinginan untuk mempublikasi hasil penelitian sangat tinggi. Dalam mewujudkan keinginan tersebut, kita perlu terlebih dahulu mempelajari kriteria jurnal yang kita tuju selain tata aturan menulis (sistematika). Berikut diantaranya:

Hasil gambar untuk научни статии

  1. Tulisan memberikan wawasan yang penting. Misalnya, menyoroti masalah yang belum terpecahkan yang mempengaruhi banyak orang.

    2. Tulisan tersebut memberikan wawasan yang bermanfaat bagi orang-orang yang membuat keputusan, terutama keputusan organisasi jangka panjang.

    3. Tulisan mengandung wawasan yang digunakan untuk mengembangkan kerangka kerja atau teori, baik teori baru atau kemajuan yang sudah ada.

    4. Tulisan memberikan wawasan yang dapat merangsang pertanyaan baru yang penting.

    5. Metode yang digunakan tepat dalam mengeksplorasi isu yang diajukan (misalnya pengumpulan data dan analisis data).

    6. Metode yang digunakan diterapkan secara ketat dan jelaskan mengapa dan bagaimana datanya mendukung kesimpulan.

    7. Kaitikan dengan pekerjaan sebelumnya di lapangan atau dari bidang lain dibuat dan digunakan untuk mengajukan argumen artikel agar menjadi jelas.

    8. Tulisan tersebut menceritakan sebuah kisah yang bagus, artinya tulisan itu ditulis dengan baik dan mudah dimengerti, argumennya logis dan tidak bertentangan secara internal.

    (*sumber gambar: http://bnr.bg/post

Continue reading

Setelah Anda Menciptakan Portofolio

Bagian berikutnya setelah membuat dan menciptakan portofolio, tugas tersebut harus:

  1. Disimpan dalam salinan cadangan yang mencakup semua elemen portofolio
  2. Meninjau persyaratan dengan cara memeriksa protofolio dengan format yang disediakan oleh dosen/guru.
  3. Memperbaiki kinerja dengan cara mengidentifikasi strategi yang memungkinkan akan meningkatkan kinerja.

Menyiapkan Portofolio; Bagian 2

Setelah portofolio selesai, jangan lupa melakukan beberapa hal berikut:

  1. Back Up Data. Back up data perlu dilakukan baik tugas dalam format manual ataupun digital. Pastikan selalu membuat salinan cadangan dari semua dokumen atau file.
  2. Siapkan semua portofolio sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
  3. Jika portofolio dalam format digital, sebainya hubungkan dan simpan melalui web. Tampilan portofolio yang terhubung ke web menjadikan portofolio lebih terstruktur
  4. Tinjau kriteria level penilaian. Refleksikan portofolio dengan kriteria penilaian untuk memastikan apakah portofolio sesudah sesuai dengan yang diharapkan dosen/guru.