#kidszamannow

Tags

,

Istilah #kidszamannow (kids zaman now) menjadi popular di zaman viral (digital), hari ini semua istilah yang ‘ears catching’, aneh, unik langsung bak virus menular ke mana-mana.  Kids zaman now adalah generasi millennial, generasi yang mengisi *20-25%* dari total penduduk  kita.  Mereka membentuk pasar sendiri yang unik, bahkan ekonomi sendiri yang tidak dimengerti oleh generasi sebelumnya.  Cara-cara dan gaya hidup kids zaman now telah mengubah cara kita berbelanja, membeli dan menjual.

Generasi dengan batas antara bermain dan bekerja menjadi tipis, generasi kids zaman now awal adalah Y generasi yang sekarang banyak menjadi manager muda di beberapa perusahaan besar, dan bahkan telah jadi CEO di perusahaan yang mereka bentuk (start up company)

Continue reading

Advertisements

Era Digital dan Peran Pendidik

Tags

, , ,

Kebutuhan terhadap pembelajaran digital didukung oleh ketersediaan perangkat di digital di sekitar mahasiswa. Digital technology is rapidly becoming an essential part of the daily life of many adults (Children Now, 2007). Jika di sekeliling mahasiswa sudah tersedia berbagai perangkat pembelajaran berbasis digital, maka tuntutannya dosen perlu kreatif dan inovatif merancang kegiatan pembelajaran. Sejauh ini, pelaksanaan pembelajaran digital belum menjadi prioritas dan implementasinya lebih bersifat ad hoc karena berbagai faktor tertentu, sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. Continue reading

Transfer of Content atau Transfer of Knowledge?

Tags

, ,

Transfer of Content? Mmm…

Salah satu mahasiswa bertanya mengenai bagaimana menciptakan kegiatan belajar dan menghidari jebakan transfer of content? Pertanyaan ini kasus khusus dalam merancang dan mengembangkan e-learning.

Transfer of content merupakan cara belajar yang fokus pada pengiriman materi melalui website/blog saja tanpa Continue reading

Pesan (Konten) E-Learning

Tags

, ,

Konten e-learning saya sebut dengan pesan karena saya ingin memfamiliarkan penggunaan pesan di kalangan Teknolog Pendidikan, Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP), perancang pembelajaran (Instructional Designer), dan perancang media pembelajaran. Konten dan pesan esensinya sama-sama menyampaikan materi kepada peserta didik, tetapi saya memaknai pesan sebagai informasi yang akan dikonstruksi oleh peserta didik. Sedangkan konten termaknai sebagai informasi yang akan dipindahkan kepada peserta didik (transfer pengetahuan). Pembelajaran abad XXI dianjurkan untuk melakukan transfer of learning, bukan tranfer of content.

Nah, bagaimana bentuk pesan pada e-learning?

Continue reading

Penggunaan Blog sebagai Media Pelaporan Bacaan Mingguan

Tags

, ,

Tujuan penulisan artikel ini untuk membuktikan pengaruh penggunaan blogfolio oleh mahasiswa sebagai media pelaporan bacaan mingguan. Data dikumpulkan dengan metode kuantitatif eksperimen dengan desain pre-test post-test. Cara ini dilakukan kepada 42 mahasiswa Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang pada mata kuliah Pengembangan Model Pembelajaran Inovatif. Hasilnya menunjukkan bahwa cara ini berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Implikasi penggunaan blog sebagai media pelaporan bacaan perminggu membutuhkan keterampilan minimal mengoperasikan komputer, mengelola halaman blog, dan internet, untuk memberikan kesempatan berpartisipasi seluas-luasnya dalam meningkatkan mengolah pesan.

Artikel ini dipresentasikan pada The 9th International Conference for Science Educators and Teachers (ICSET) 2017 di Semarang (http://fip.unnes.ac.id/icset2017/index.php/parallel-presenter/).

Desain Pesan dalam Blended Learning

Tags

, , ,

Blended learning merupakan inovasi pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya menuai masalah yaitu kurang diperhatikannya penyajian pesan pembelajaran baik secara online maupun tatap muka. Prinsip desain pesan pembelajaran kurang diaplikasikan dalam pengembangan materi ajar yang mengakibatkan pembelajaran yang terjadi kurang bermakna. Sehingga mahasiswa belum mampu mengeneralisir pembelajaran, mengkonstruk pengetahuan dan belum menjadi independent learners. Terhadap masalah ini diperlukan sebuah model desain pesan pembelajaran dalam blended learning. Model Kemp, Morrison dan Ross menjadi basis dalam pengembangan model ini. Model tersebut dikembangkan menggunakan ADDIE model dengan mengumpulkan data through observation, interviews, and questionnaires.Hasilnya menunjukkan bahwa perlu ditambahkan langkah analisis kebutuhan, analisis lingkungan dan mendesain pesan untuk digital pada model sebelumnya. Penambahan langkah tersebut menjadikan model desain pesan pembelajaran dalam blended learning menjadi lebih komprehensif untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lifelong learner di abad XXI. Baca Hasil Penelitiannya

The Development of Message-Design Model in Blended Learning

Tags

, ,

Blended learning merupakan sistem pembelajaran, hal ini bermakna bahwa pesan pembelajaran dalam lingkungan blended learning juga berarti sangat penting. Berikut silahkan dibaca hasil penelitian saya tahun 2016 tentang desain pesan dalam blended learning. Baca selanjutnya.

 

Inovasi Pembelajaran dengan Pemanfaatan Blog oleh Mahasiswa

Tags

, , , , ,

Pergeseran paradigma dalam kontek pendidikan beralih dari interaksi langsung di kelas ke interaksi virtual. Pergeseran paradigma  ini dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan teknologi dan informasi yang menawarkan flesibelitas yang tinggi, variasi dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, khusunya pembelajaran. Pergeseran paradigma ini juga mempengaruhi sistem pengiriman materi ataupun bentuk tugas yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebelumnya pengiriman materi dari dosen melalui bahan cetak, media tayang dan beberapa diktat kuliah, saat ini pengiriman materi dapat difasilitasi oleh e-mail, blog, website, portal kampus dan media sosial yang dimanfaatkan oleh dosen untuk pembelajaran. Selain itu, balikan dari mahasiswa sebelumnya dalam bentuk makalah yang diprint, ringkasan yang ditulis tangan dan mindmap yang dirancang sendiri, kehadiran teknologi dapat merubah sistem tersebut. Continue reading

The Effectiveness of Blended Learning Strategy Formulation on Implementing Curriculum in Department of Curriculum and Educational Technology at Padang State University

Tags

,

The purpose of this study was to test the effectiveness of formulation of blended learning validated and it’s practicality was counted from previous study. The model used for the overall study was ADDIE model of the five stages, namely Analysis, Design, Development,
Implementation, and Evaluation. This second year was the implementation phase to test the effectiveness of the formulation blended learning strategy on the School Curriculum Studies subjects. The activity began with implementing the learning process using blended learning strategy formulation with the formula of online learning and face-to-face 62.5% 37.5% applied to 40 students. Based on data analysis has been conducted on students’ final grades obtained by the value of the t test at the 0.05 level of 0.032. This proved that there were significant differences between the results of learning to use the strategy formulation blended learning with face-to-face lectures on the implementation of the curriculum in the Department of Curriculum and Educational Technology. In other words, the strategy formulation of blended learning was more effective than lectures conducted by face-to-face. The implication of this study need to be formulated of combination formulations face to face and online learning based on the characteristics of lecture material.

read more —-> http://seminars.unj.ac.id/etwc/

Quote

FORMULASI STRATEGI PENERAPAN BLENDED LEARNING DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM DI JURUSAN KTP FIP UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tags

, ,

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menemukan formulasi strategi yang efisien dan efektif dalam mengimplementasikan kurikulum, sehingga menjadi atraktif, siswa aktif, dan target yang diinginkan tercapai secara terukur. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan menggunakan pendekatan ADDIE dengan objek penelitiannya strategi penerapan blended pada mata kuliah Kajian Kurikulum Sekolah. Sumber data adalah mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Produk penelitian ini divalidasi oleh pakar sesuai dengan bidang terkait. Produk yang dihasilkan dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian ini dilaksanakan selama dua tahun. Tahun pertama penelitian ini sudah sampai pada tahap analisis, desain dan pengembangan dengan formula online learning 62,5% dan formula pertemuan tatap muka 37,5%. Tahun kedua hasil pengembangan ini akan diimplementasikan dan dievaluasi.

Read More —-> http://ejournal.unp.ac.id/index.php/penelitianpendidikan/article/view/4126