Maafkan Aku

mojok

Barangkali aku harus menyudut untuk sementara. Beranjak sebentar dari suara-suara, bisikan-bisakan, teriakan-teriakan, sampai suara yang hanya luput dari pendengaran orang-orang tuli.  Atau sekedar hanya berganti suasana.


Entah kenapa, kini aku merasa rusuh dan risih pada dunia yang aku jalani. Kadang menyakitkan, kadang menghiburku yang membuatku juga tertawa ataupun aku juga menangis. Namun semua itu tetap bagian dari perjalanan hidupku, segenggam kenangan.

Ya, kenangan. Dia menjadi sesuatu yang aku ingat dan selalu ku ingat.

(Kembali ke laptop) Kini entah apa yang aku rasakan. Jika aku jenuh, pantaskah aku mengungkapkan kejenuhan ini. Pantaskah aku berlaku tak adil dengan mengungkapkan kejenuhan ini. Karena ketika kejenuhan ini aku ungkapkan, akan mempengaruhi bagian yang lain. Karna dunia yang aku jalani selama ini merupakan suatu sistem. Dalam satu sistem, satu komponen atau satu unsur akan saling mempengaruhi. Satu komponen saja tidak cukup untuk menggapai tujuan dari sistem yang berjalan.

MOGA TUHAN MENGAMPUNIKU

7 thoughts on “Maafkan Aku

  1. nikmati ae ,
    wajar lah kita merasakan jenuh,tp suatu saat siring berjalanya waktu
    kejenuhan itu pasti menghilang berganti dengan semangat n keceriaan😀
    enjoy life 😉

  2. mari kita saling memaafkan dengan yang lain, padahal enaknya kalau nulis/ teori saja, tapi melakukannya / ptraktek nya yanh susah

  3. Assalamualaiku. Adek, walaupun monitor ini sangat gelap. Tapi tetap saja, kakak ingin mnegatakan. Kita merasakan hal yang sama. Kakak sebenarnya takut untuk mengangkatkan sebuah rapat. Kakak takut mulut ini melukai.Adek, kadang kita ingin mneyudut. Ya, menyudut, kayak kukang. Tapi kita bukan kukang.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s