Syndrom Piala Dunia

Gila piala dunia. Ini juga sejenis sindrom yang hampir menyerang semua orang. Banyak hal yang dikorbankan hanya untuk menyaksikan tim pujaan. Mulai dari membeli antenna baru, pesawat televisi baru untuk nonton bareng, menyediakan proyektor sampai rela tidak tidur semalam meski esok harinya tetap masuk kerja. Benar-benar pengorbanan yang sangat besar.

Bahkan ada sebagian laki-laki yang rela tidak menemui perempuannya di malam minggu hanya karena bola. Seolah piala dunia yang berlangsung empat tahun sekali ini benar-benar seperti piala dunia akhirat. Karena jangan-jangan bagi yang muslim melalaikan kewajibannya. Magrib hilang karena tergesa-geda dari tempat kerja menuju saluran televisi, Isya hilang karena keasyikan nonton dan bersorak sorai. Begitu juga dengan Subuh, tertimbun tidur pulas karena nonton piala dunia sampai 03.30 dini hari.

Belum perhatian ke orang tua, pasangan, anak, teman, dan lingkungan sekitar. Sepertinya mereka harus bersabar selama piala dunia berlangsung. Karena sebagian besar orang telah diserang sindrom piala dunia.

Meskipun sindrom piala dunia sudah merebak ke seluruh jagat raya, masih ada yang terselamatkan. Sementara orang-orang sibuk mengejar waktu untuk pulang ke rumah atau tempat janjian dengan teman-teman, masih ada orang yang sibuk dengan perkejaannya. Malah masih sempat menyilau teman lainnya hanya sekedar mengetahui kabar diantara mereka.

Di tengah sorak sorai dan teriakan kemenangan tim pujaan, masih ada yang mempertimbangkan ‘untuk apanya’ yang mereka lakukan. Dari pada mengikuti pertandingan setiap malam, begadang dan merelakan waktu istirahat untuk mengikuti 22 orang yang memperebutkan satu bola itu, memutuskan untuk istirahat. Dengan istirahat yang cukup, akan fit lagi bekerja esok harinya.

Bagaimana dengan kejantanan laki-laki yang tidak menyukai bola ini? Sepak bola bukan soal kejantanan lagi. Karena banyak perempuan juga telah ikut bermain bola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s