hanya 37,3 kg

Kotak berukuran 20×30 cm dengan tinggi kira-kira 4-5 cm itu menunjukkan angka 37 melebihi garis mungil kecil yang berjejar di atasnya sekitar 3 garis. Itu berarti bangun ruang yang hampir mirip trapezium ini menunjukkan berat badan yang menopang benda tersebut sebesar 37 kg 3 ons.

Penimbang berat badan itu ditindas lagi oleh Willis. Seolah tak percaya dengan kejujuran sebuah teknologi buatan manusia. Kadang kenyataan memang sangat pahit untuk ditelan. Terasa mengiris dan menghancurkan harapan-harapan untuk kembali berisi. Kini harapan itu hampir pupus oleh kebenaran yang dibukakan oleh pengukur berat badan ini.

“bidan Lin, Lis rasa timbangan bidan Lis udah ga bisa dipakai lagi dech. Bisanya Cuma boong”, teriak Willis pada bidan Lin yang tengah sibuk di dapur mempersiapkan buka puasa.

Tuk, tuk, tuk…

“Masak apa bidan Lin?”, Tanya Willis lagi.

“Kolak ubi. Nanti buka puasanya di sini saja ya… Tuh, ada bako kamu udah dari kemarin standby di sini. Menunggu kelahiran anak pertamanya”

Sembari menyilau ke kamar persalinan, “Assalamu’alaikum….”

“Eh, Willis. Kapan pulang? Kok kurusan?”, para komentator mulai beraksi.

“Itu lah tek, Willis bilang timbangan Lin yang rusak. Emang kamu tu yang makin kurus Lis”, bela bidan Lin tak terima timbangannya dikatakan rusak.

“Oh…, kirain tambah gemuk. He….”, Willis langsung kabur karna tak lama lagi beduk akan segera berbunyi.

“Eh…, kok kabur? Buka di sini saja Lis”, teriak salah satu komentator yang bukan lain bakonya sendiri.

Tanpa menghiraukan namun dibalas dengan senyum termanis, Willis langsung menghilang dari rumah bidan Lin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s