Setahun G 30 S

Saat mentari merenggut gelapnya malam, pagi itu hampir setiap pasang bibir melontakan kalimat yang sama. ‘Setahun yang lalu’, ‘waktu begitu cepat’, atau ‘tak terasa….’. Mmm, gemba dahsyat berkekuatan 7,9 cr, meluluhlantakkan Kota Padang, kota Pariaman dan Padang Pariaman.

Setahun bergerak dari 30 September 2009, kini peristiwa itu dikenang lagi. Orang-orang menyebutnya peringatan G 30 S (Gempa 30 September). Dalam mengenang peristiwa G 30 S, Pemko Padang memesan monument khusus dari Yogyakarta.  Memiliki berat 7 ton, menyimpan 383 orang nama korban.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, kenapa sih peristiwa gempa perlu diperingati segala? Kayak memperingati peristiwa heroic saja. Yang ada malah mengingatkan trauma bagi semua orang. Seperti salah seorang masyarakat padang yang interaktid dengan program suara warga padang, mengeluhkan juga diadakannya  monument peringatan itu. Tidak efektif dan buang-buang dana. Kenapa dana monument tersebut tidak dialihkan pada bantuan gempa.

Kalau peringatan ini dibilang untuk mengenang korban-korban yang telah meninggal dunia dalam peritiwa G 30 S, sebagai wujud berkabung dan berduka cita.  Bukankah ada orang meninggal dunia setiap hari di dunia ini? Tidak ada yang memperingatinya kan? Malah yang ada orang yang masih diberi umur panjang berlarut dalam kesedihan. Jadi seperti menangis berjama’ah deh!

G lucu kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s