MENJADI PRESIDEN

“82 tahun masih sehat dan kuat ya?” komentar seorang pelanggan koran di sebuah penjualan koran kaki lima sambil geleng-geleng kepala dan sedikit menyunggingkan bibirnya. Terkesan mencemooh. “Ya iya lah, namanya juga presiden. Harus sehat dan kuat,“ sahut yang lain sambil membolak-balik koran, sepertinya telah dibaca yang pada halaman tersebut menampilkan foto Hosni Mubarak.

Kemudian saya berlalu setelah membawa media yang saya cari. Perbincangan singkat tadi mengendap di otak saya. Apakah segitu naik daunnya Hosni Mubarak yang kini telah menjadi mantan presiden Mesir sejak 11 Februari lalu. Sampai dimana-mana orang membicarakannya. Tapi kini bukan tentang kepemimpinan dan kekuasaannya, melainkan cara dan hasil yang diperoleh dari kekuasaan tersebut. Sehat dan Kuat. Karena gizinya juga tercukupi dengan hidup enak selama 30 tahun, ya setidaknya menurut dua orang di penyalur koran.

Barangkali untuk menjadi presiden itu harus sehat dan kuat. Kalau tidak bagaimana pula akan menjadi seorang presiden jika tidak sehat dan kuat. Daya tarik seperti apa yang akan seorang presiden punya jika tidak sehat dan tidak kuat. Namun jika sehat dan kuat, seorang presiden bisa menjadi seperti Hosni Mubarak.

Hosni Mubarak dalam 30 tahun pemerintahannya. Dari saat masih belajar di perguruan tinggi dia sudah sehat dan kuat. Banyak prestasi dan gelar telah diraihnya. Sewaktu masih di perguruan tinggi Hosni Mubarak sudah bergabung dengan Akademi Militer Mesir yang akhirnya meraih gelar Bachelor’s Degree dalam pengetahuan Militer tahun 1949. Kemudia pada tahun 1950 Hosni Mubarak bergabung dengan Akademi Angkatan Udara yang akhirnya meraih gelar Bachelor’s Degree untuk Pengetahuan Aviation. Kemudian pada tatuh 1952-1959 mengajar di Akademi Angkatan Udara. Dan pada tahun 1964 diangkat menjadi Kepala Delegasi Militer Mesir.

Hosni Mubarak pada tahun 1971 di bawah Konstitusi Mesir memiliki kekuasaan yang luas terhadap daerah Mesir. Bahkan mantan presiden yang lahir 1982 itu dikenal sebagai seorang diktator,meskipun moderat. Ia dikenal karena posisinya yang netral dalam konfilk Israel Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak.

Setelah bergabung di Akademi Militer Frounz Uni Soviet, tahun 1964 ia menjadi Komandan Pangkalan Angkatan Udara Barat Kairo dan tahun 1968 menjabat sebagai Direktur Akademi Angkatan Udara. Tahun 1969 Hosni Mubarak melangkah maju lagi menjabat Kepala Staf Angkatan Udara dan di taun 1972 menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara serta Wakil Mentri Peperangan. Tahun 1974 Hosni Mubarak dipromosikan ke peringkat Letnan Jendral dan akhirnya menjadi Wakil Presiden Arab mesir 1975.

Semenjak menjadi wakil presiden Mesir tahun 1979 dan Hosni Mubarak langsung menggantikan presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal. Sejak tahun 1981 itu, berulang kali Hosni Mubarak terpilih menjadi presiden. 1987, 1993, 1999 dan 2005.

Itu semua dapat dilakukan dengan baik oleh Hosni Mubarak. Tapi belakangan ini, sejak 25 Januari, mesir dihujani emosi. Akibat meluapnya emosi anti Hosni Mubarak, banyak dari warga mesir baik asli maupun asing dievakuasi ke tempat yang dianggap aman. Mencari kerabat atau pulang ke daerah asala bagi warga asing.

Entah karena kini  Hosni Mubarak kurang sehat dan kurang kuat lagi hingga harus dimintai berhenti oleh rakyatnya. Meski pada awalnya ditolak Hosni Mubarak, namun suara mayoritas akhirnya dapat melengserkan Hosni Mubarak. Kalau seorang presiden sudah tidak sehat dan tidak kuat lagi, maka siap-siaplah dilengserkan oleh rakyat sendiri. Dan ini juga pelajaran bagi anak bangsa yang ingin melanjutkan estafet, menjadi presiden nantinya. Maka terlihat sehat dan kuatlah dulu, dan pertahankan itu selama menjadi presiden. Karena ketika tidak sehat dan kuat, nasibmu akan menyerupai  Hosni Mubarak. Satu lagi, sepertinya semua presiden harus belajar pada Hosni Mubarak mantan presiden Mesir atau belajar pada cerita Soeharto mantan presiden Indonesia. Karena kalau tidak, akhir cerita akan menyerupai mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s