Tiga Puluh Menit

Tiga puluh menit ini bukan seperti lagu Jambrut yang tanpa bicara. Tapi ini tiga puluh menit dengan semangat menggebu, mencet-mencet keyboard, memijit-mijitnya, mengelus dan menatapnya dengan rasa sayang yang amat sangat setengah jam. Hal yang biasa dilakukan Willis sbelumnya. Hanya saja pagi ini kejar tayang seperti tayangan sinetron. Willis dimintai sepupunya untuk nulis makalah (makalah bung hatta). Kali ini Willis tidak bisa menolak karena sepupunya sedang tidak mampu untuk menulis sebuah makalah. Cika -sepupu Willis- sudah 3 hari 3 malam tidak tidur. Kebiasaan buruk Cika kambuh lagi. Tidak bisa tidur. Akibatnya Cika kelelahan dan tidak bisa kosentrasi. Dengan senang hati, Willis menikmati penulisan makalahnya kali ini. Meski sedikit amburadul karena sudah lama tak menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s