Pertemuan Baru

Pertemuan baru bukanlah berkenalan dengan orang baru, karena hakikat bertemu dan berkenalan itu sangat berbeda. Bertemu pada dasarnya adalah bersua, eits, tepatnya ada kesempatan. Sedangkan berkenalan adalah mengenal satu sama lain lebih dalam dan jauh. Jika berkenalan dengan seseorang dapat mengenal lebih banyak tentangnya maka bertemu baru memiliki kesempatan untuk mengenal lebih banyak. Artinya orang yang bertemu tetapi belum berkenalan adalah orang yang memiliki kesempatan tetapi belum memanfaatkan kesempatan untuk mengetahui orang yang ditemuinya lebih banyak. Barangkali sebab ini yang menjadi penyebab orang semakin tidak saling mencintai, karena meskipun mereka bertemua, mereka tidak saling berkenalan. Seperti kata pepatah, ‘tak kenal maka tak sayang’.

Tetua banyak benarnya mengemukakan pepatah ini. Satu manusia tidak dapat menyayangi manusia lain jika tidak mengenal orang yang akan disayanginya. Misalnya saja anak jalanan, mau tak mau sebenarnya orang-orang yang lebih beruntung harus mau menyayangi mereka. Tetapi mereka masih terlantar? Katakanlah terlantar dari perhatian. Tidak banyak orang yang lebih beruntung peduli dengan mereka. Hipotesis untuk pertanyaan ini adalah orang yang lebih beruntung tidak mengenal mereka yang kurang beruntung. Orang yang lebih beruntung mengira mereka malas, ada yang mengageni, terstruktur atau memberi pelajaran agar mau berusaha. Kita tidak pernah tau alasan mereka yang sebenarnya jika kita tidak coba mengenali mereka lebih jauh. Kita akan dikuasi dugaan-dugaan mengapa mereka berada di jalanan. Seandainya ada yang mau mengenali lebih jauh kehidupan orang-orang yang kurang beruntung barangkali akan timbul kasih sayang untuk mengurangi beban mereka. Selain itu, menjumpai orang kurang beruntung sesungguhnya dapat menemukan solusi dari persoalan yang mereka hadapi. Apakah benar-benar uang seperti yang mereka minta, apakah kasih sayang orang tua, apakah pekerjaan saja, atau barangkali hanya mengisi waktu luang. Makanya kita tidak akan tau banyak tentang mereka jika kita tidak mencoba mengenal mereka lebih jauh.

Kenal mengenal untuk menimbulkan rasa kasih sayang terjadi juga dalam interaksi manusia berhidup sosial. Dengan saling mengenal akan timbul rasa toleran atau harga-menghargai satu sama lain. Petatah yang disinggung sebelumnya juga terjadi untuk orang yang menjalin hubungan kasih. Jika di antara mereka saling mengenal maka akan timbul rasa kasih sayang untuk membangun hubungan mereka. Meski pada beberapa kasus ditemukan bahwa dengan semakin mengenal membuat mereka semakin jauh. Ini wajar saja dalam hubungan, karena hubungan mestinya saling menguntungkan, bukan keuntungan bagi satu pihak. Alasan seperti, kami tidak cocok, dia bukan untukku, kami tidak berjodoh, muncul setelah saling mengenal. Begitu juga dengan ungkapan; saya sangat menyayanginya, saya beruntung bertemu dengannya, saya tidak akan menyia-nyiakannya, dia yang terbaik bagiku, muncul setelah proses pengenalan.

Proses pengenalan bukan ‘just a moment’ dan ‘only one moment’, tetapi pada setiap pertemuan. Makanya sangat tepat sekali kata pertemuan diartikan kesempatan. Jadi seperti pertemuan ada kesempatan untuk saling mengenal.

Namun saat ini pertemuan tidak hanya dalam bentuk pertemuan dunia nyata. Dunia maya juga menawarkan kesempatan untuk berkenalan, artinya sekarang ada namanya pertemuan virtual. Orang-orang dapat bertemu (memiliki kesempatan) dan saling mengenal melalui jaringan. Sembari manusia modern chat, video conference, mengikuti milis, ngeblog, ngeweb, ngetweet, ngehistogram dan aplikasi lain di masa depan yang memungkinkan orang saling mengenal di dunia maya.

Jenis pertemuan yang tidak baru lagi yang menggunakan jaringan, membuat saya memiliki pertemuan baru. Artinya saya dan barangkali pengguna jaringan akan memiliki kesempatan berkenalan saat bertemu untuk mengenal bagian yang lain. Artinya adalah blended, mengenal orang lain di dunia maya dan dunia nyata.

Tahun 2008 lalu saya bertemu seseorang yang tidak tau rimbanya dimana. Namun waktu itu saya hanya berpikir ini kesempatan untuk mengenal orang lain lebih banyak dari kualitas dan kuantitas. Dari pertemuan itu saya mengenal kenalan baru itu dengan nama Ronny Gual Harum, asalnya Nusa Tenggara Timur, saat kami berkenalan dia berada di Cameron (2006-2013 M). Setiap kali bertemu kami saling mengenal, kegiatan satu sama lain, pasangan, pola pikir, berfilsafat, atau sekedar berbagi aktifitas sehari-hari. Kami saling mengenal, aku pikir timbul rasa sayang dan satu sama lain mengakui kenalannya sebagai sahabat. Ronny pun menilai saya sebagai sahabatnya. Waktu terus berjalan hampir mencapai lima tahun, dan pada tahun kelima ternyata Ronny ditugaskan di Bukittinggi sampai Agustur 2013. Bukitting sebagai salah satu kota di negara saya, tepatnya di provinsi yang sama saya mengupayakan untuk bertemu dengan Ronny di sela kesibukan yang menimbun. Kami pun bertemu di dunia nyata. Hal hasil, perkenalan kami blended, terjadi di dunia nyata dan dunia maya.

1Pertemuan dunia nyata ini saya abadikan sebagai pertemuan baru, karena tidak menduga akan benar-benar bertemu dengan Ronny Gual harum. Lima tahun kami hanya menjadi sahabat maya, maya itu samar. Antara ada dan tiada. Entah ada entah tidak. Namun, dengan pertemuan baru ini, sahabat saya menjadi nyata dan cerita kami menjadi nyata.

2 thoughts on “Pertemuan Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s