Pernah dengan tentang portofolio? Itu semacam kumpulan tugas-tugas siswa/mahasiswa yang relevan dengan tujuan pembelajaran.

Nah, dalam pelaksanaannya portofolio baik manual ataupun digital perlu diadakan untuk merekam kemampuan dan kemajuan siswa/mahasiswa.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat portofolio, yaitu:

  1. Guru/dosen memberikan panduan atau pola portofolio. Pada saat siswa/mahasiswa diminta membuat portofolio, guru/dosen mempersiapkan panduan agar mereka tidak bingung dalam membuat portofolio. Panduan tersebut mencakup tentang deskripsi masing-masing elemen dan disertai dengan kriteria penilaian.
  2. Guru/dosen menyajikan contoh portofolio. Contoh portofolio yang disajikan dapat berupa portofolio kelas sebelumnya untuk memberikan bayangan kepada siswa/mahasiswa seperti apa portofolio yang dimaksud
  3. Guru/dosen memuat aturan keindahan portofolio. Aturan ini dapat berupa skema warna, margin, jenis huruf, ukuran huruf, halaman, dan lain sebagainya.
  4. Jika portofolio yang dibuat dalam format digital, informasikan kepada siswa/mahasiswa bahwa guru/dosen memiliki alat pemindai untuk mengetahui tugas plagiat. Portofolio digital juga perlu disepakai dalam format tertentu seperti .pdf, .doc, atau blog.
  5. Portofolio digital memerlukan ruang penyimpanan. Pastikan sekolah/kampus memiliki server yang dapat menyimpan banyak elemen portofolio
  6. Portofolio digital dapat berupa halaman web. Jika guru/dosen tidak mampu membuat halaman web dapat meminta bantuan dengan hubungi layanan dukungan teknis sekolah/kampus dan berkonsultasi dengan Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP). PTP dan pelayan teknis dapat memberikan layanan pelatihan bagaimana membuat portofolio serta mengembangkan pembelajaran berbasis portofolio.
Advertisements