Tags

, , , , ,

Pergeseran paradigma dalam kontek pendidikan beralih dari interaksi langsung di kelas ke interaksi virtual. Pergeseran paradigma  ini dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan teknologi dan informasi yang menawarkan flesibelitas yang tinggi, variasi dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, khusunya pembelajaran. Pergeseran paradigma ini juga mempengaruhi sistem pengiriman materi ataupun bentuk tugas yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebelumnya pengiriman materi dari dosen melalui bahan cetak, media tayang dan beberapa diktat kuliah, saat ini pengiriman materi dapat difasilitasi oleh e-mail, blog, website, portal kampus dan media sosial yang dimanfaatkan oleh dosen untuk pembelajaran. Selain itu, balikan dari mahasiswa sebelumnya dalam bentuk makalah yang diprint, ringkasan yang ditulis tangan dan mindmap yang dirancang sendiri, kehadiran teknologi dapat merubah sistem tersebut. Dosen-dosen yang sudah berliterasi media dan berliterasi informasi sudah merubah tuntutan tugas kepada mahasiswa, seperti makalah yang dikirim ke e-mail, laporan bacaan perminggu yang disubmit ke e-learning dengan flatform kampus, dan pengumpulan tugas akhir menggunakan media penyimpanan.

Hal yang demikian memungkinkan untuk dilakukan pembelajaran jarak jauh, mulai dari online learning, hybrid learning, blended learning dan mobile learning. Pelaksanaan pembelajaran tersebut dilakukan dengan pemanfaatan jaringan internet dan personal computer masing-masing mahasiswa. Hasil pantauan peneliti, kemampuan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan TIK mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran yang lebih menantang.

Sehubungan dengan hal itu, banyak himbauan untuk melakukan inovasi terhadap mata kuliah yang dibina karena perguruan tinggi secara kontiniu juga melakukan perubahan dan perbaikan terhadap sistem yang mendukung untuk pelaksanaan pembelajaran dalam lingkungan virtual. Dosen dapat menerapkan sistem virtual ini terhadap format atau jenis tugas mahasiswa. Tugasnya sama dengan tugas mata kuliah lainnya, namun  sistem pengiriman atau pelaporan kepada dosen berbeda. Mahasiswa tetap melaporkan hasil bacaannya untuk setiap minggu pertemuan sesuai dengan pokok bahasan yang tertera pada silabus, namun mereka melaporkannya melalui blog pribadi masing-masing.

Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka dalam lingkungan virtual, bagaimana menghadirkan pesan pada tampilan layar. Dalam hal ini, menurut prinsip desain pesan pembelajaran, penyajian pesan yang dicetak dengan pesan yang di layar sangat berbeda. Mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Pembelajaran Inovasi harus familiar dengan mencari/ mengumpulkan/ mengolah/ menyampaikan informasi berbasis virtual di era digital saat ini. Hal ini dilakukan dalam rangka menginovasikan pembelajaran meskipun dalam pandangan Teknologi Pendidikan inovasi tidak selalu berhubungan dengan teknologi.

Ali dan Byard (2013) menerapkan blog sebagai e-portfolio di perguruan tinggi untuk membelajarkan mahasiwa. Penelitian Ali dan Byard ini mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan blog sebagai jurnal pribadi mahasiswa atau fortofolio elektronik untuk menilai pemahaman mahasiswa sarjana program bisnis. Tiga ratus lima orang mahasiswa menjawab kuisioner online yang menggali mengenai persepsi mereka terhadap blof sebagai alat penilaian. Mahasiswa menemukan sejumlah manfaat penggunaan blog seperti memudahkan submit tugas/hasil kerja, meningkatkan rasa kepemilikan proses belajar, dan memungkinkan bisa mencek dan meningkatkan pekerjaan mereka secara teratur. Mahasiswa juga melaporkan bahwa penggunaan blog fleksibel dalam mengumpulkan tugas, membantu mendapatkan balikan dosen, meningkatkan tugas-tugas mereka dari segi kualitas dan kuantitas. Blog meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa, meningkatan dialog antara mahasiswa dan dosen dan meningkatkan ketertarikan mereka dalam pembelajaran. Menurut Ali dan Byard (2013) the challenge for those contemplating using blogs for similar purposes is to ensure that students are provided with sufficient instructions, and constructive, timely feedback.

Ammar (2016) juga menerapkan cara yang sama untuk pembelajaran bahasa. Blog difungsikan untuk melihat perkembangan keterampilan menulis mahasiswa dan cara mereka memperoleh pengetahuan. Penelitiannya diawali dengan paradigma konteks pembelajaran saat ini yang mengarah ke kelas virtual, hybrid, blended learning dan lingkungan pembelajaran personal. Peluang-peluang tersebut dilakukannya pada kelas bahasa. Penelitiann Ammar tersebut bertujuan untuk menginvestigasi dampak penggunaan blog tersebut sebagai blogfolios dalam mengajarkan bagaimana mengungkapkan argumen, menuliskannya dan bagaimana cara mendapatkannya. Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa reflektif blogfolio dalam pembelajaran bahasa asing membawa dampak signifikat terhadap kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa.

Dos dan Demir (2013) juga pernah menerapkan pembuatan blog dalam kelas online kemudian aktivitas tersebut dianalisis dari perspektif reflective thinking. Menurutnya, blog membantu mahasiswa terlibat langsung dalam kolaborasi, berbagi pengetahuan (knowledge sharing), reflection dan debat. Hasil penelitian awal Dos dan Demir ini menunjukkan bahwa blog bisa meningkatkan reflective thinking, menghadirkan deep learning, dan konstruksi pengetahuan bagi mahasiswa. Mereka menggunakan blog dalam lingkungan blended learning untuk menyajikan materi yang kemudian dianalisis mahasiswa untuk melihat kemampuan berpikir reflektif.

Itu artinya, inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan manfaatkan jaringan internet yang disediakan oleh universitas dan optimalisasi penggunaan blog oleh mahasiswa. Jika tidak memungkinkan dilakukan sepenuhnya pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan blog, dosen dapat menerapkan blended learning, yaitu dengan mengkombinasikan pertemuan tatap muka dan online learning. Sistem ini dipercaya efektif karena menawarkan flesibelitas yang tinggi, variasi dan tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Sumber:

Ali, Irshad and Byard, Kevin. 2013. Student Perception on Using Blogs for Reflective Learning in Higher Educational Contexts. Department of Economics Working Paper Series Faculty of Business and Law AUT University (6)

Ammar, Abdullah Mahmoud Ismial. 2016. Refelctive Blogfolios in the Language Classroom: Impact on EFL Tertiary Students’ Argumentative Writing Skills and Ways of Knowing. Advences in Language and Literary Studies. Australian International Academic Centre, Australia

Dos, Bulent dan Demir, Servet. 2013. The Analysis of Blogs Created in a Blended Course through the Reflective Thinking Perspective. Educational Science: Theory and Practice – 13 (2) 1335-1344

Advertisements