Tags

,

Saat ini tersedia berbagai perangkat lunak yang membantu kita memeriksa keaslian karya mahasiswa dan mencegah mereka sengaja menyalin karya orang lain. Biasanya ini terjadi bukan hanya kesalahan mahasiswa, namun karena ketidaktahuan bagaimana aturan pengutipan. Banyak mahasiswa tidak memahami perbedaan parafrase, meringkas, dan plagiarisme. Tulisan ini memberikan tawaran mengatasi plagiat, diantaranya:

  1. Memberikan instruksi yang jelas kepada mahasiswa mengenai strategi penggunaan sumber yang tepat. Layanan deteksi plagiarisme berfungsi sebagai alat yang berguna untuk menegakkan integritas akademik. Mahasiswa perlu diajarkan bagaimana menggunakan sumber dengan benar. Berikan contoh bagaimana cara meringkas, prafrase, dan pengutipan langsung.
  2. Saat membahas materi, ingatkan kepada mahasiswa bahwa penting mempertimbangkan konteks. Konteks membantu mahasiswa berhasil dalam memparaprase.
  3. Buat hubungan antara penggunaan sumber dengan kredibilitas mahasiswa.