Apakah Kita perlu Menggunakan Media Sosial dalam Pembelajaran?

Tags

, ,

Pada saat kita memutuskan akan melakukan online learning, hal itu mendorong kita untuk menyediakan sumber belajar terbaik yang terhubung ke internet. Media sosial adalah salah satunya yang dapat dioptimalkan dalam meningkatkan interaksi antar guru-siswa, dan siswa-siswa. Media sosial adalah hal yang paling menonjol saat ini yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Menggunakan media sosial menjadikan desainer pembelajaran dan pendidikan menemukan cara baru dan kreatif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Continue reading

Advertisements

Tujuh Cara Menyediakan Dukungan Siswa untuk E-Learning

Tags

  1. menawarkan jam kerja online
  2. bermurah hati memberikan umpan balik
  3. menjanjikan waktu respon yang cepat
  4. bersikap fleksibel bila mungkin
  5. Tapi, juga memberikan pertanggungjawaban
  6. bersikap proaktif dalam menjangkau peserta didik
  7. menyediakan kesempatan/ waktu untuk melakukan tatap muka antara siswa dan guru, dan siswa dan siswa

Model Pengembangan, Pembelajaran, dan Desain Pembelajaran

Tags

, ,

  1. Model pengembangan merupakan kerangka sistematis untuk menghasilkan produk pengembangan atau produk pembelajaran. Model pembelajaran terdiri dari model Borg and Gall, model 4D, dan model Plomp.
  2. Model pembelajaran merupakan kerangka sistematis untuk mengembangkan pembelajaran. Model pembelajaran terdiri dari 4 kelompok besar, yaitu model pembelajaran sosial, model pembelajaran individual, model pembelajaran perubahan tingkah laku, dan model pembelajaran perolehan konsep. Model-model pembelajaran lainnya berada di bawah empat kelompok payung model ini.
  3. Model desain pembelajaran merupakan kerangka sistematis untuk mengembangkan sistem pembelajaran. Model ini meliputi ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison.

Bagaimana posisinya dalam penerapan di lapangan?

Pada saat desainer pembelajaran akan mengembangkan pembelajaran inovatif, langkah pertama yang desainer lakukan adalah menganalisis model pengembangan mana yang akan digunakan untuk mendapatkan sebuah model pembelajaran inovatif. Misalnya dengan memilih model 4D. Pada saat mengembangkan desain pembelajaran, merujuk ke salah satu dari ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison. Jika dianalisis lebih jauh, mereka model pengembangan memiliki alur yang sama dengan model desain pembelajaran. Pada saat mengembangkan desain pembelajaran, dapat menggunakan ASSURE, ADDIE, Dick and Carey, Kemp and Morrison atau model Borg and Gall, model 4D, dan model Plomp. Tetapi jika hanya mengembangkan media pembelajaran (produk pembelajaran), model yang direkomendasikan adalah model pengembangan.

Setelah menentukan model pengembangan dan model desain pembelajaran, fokus selanjutnya adalah apa yang menjadi fokus desainer pembelajaran terhadap pembelajaran yang akan dilakukan. Berdasarkan karakteristik materi, ada empat kelompok, yaitu model pembelajaran sosial, model pembelajaran individual, model pembelajaran perubahan tingkah laku, dan model pembelajaran perolehan konsep.

Instructional Design using Blogs for Improving Learning Interactivity: A Design Case in Early Childhood Teacher Education Program

Tags

This manuscript is a design case in early childhood education program in using blogs to improve learning interactivity. The Optimize using of blogs in instructional design provides an extensive opportunity for early childhood education teachers to interact with lecturer, students and learning materials. The goals of instructional design by using blog is to develop the digital pedagogy skills of early childhood teacher candidate, because this is one of the important competencies developed among other competencies such as professional, social, and individual competencies. The teacher candidate who are on pre-service training are now prepared to deal with students who are familiar with technology, which means that the teachers must be able to adapt the progress that has been made so that their digital pedagogy skills can be accepted by students. Therefore, the teachers’ candidate need to be prepared carefully. In this case, the learning designer is responsible for providing space for prospective teachers to be actively involved and familiar with technology.

Download fulltext

Belajar Bermakna di Luar Kelas

Tags

, ,

transforming
Mahasiswa pascasarjana memiliki peluang besar untuk berdiskusi langsung dengan professor/ promotor/ pembimbingnya secara tatap muka langsung di luar kelas perkuliahan. Namun di tingkat sarjana, mahasiswa jarang mendapatkan kesempatan tersebut, terutama pada tahun pertama, mahasiswa jarang mendapatkan kesempatan itu, kecuali jika berinisiatif untuk datang ke jam kerja atau menjadwalkan pertemuan.

Ini sangat disayangkan. Saya mengajar di tahun pertama, dan setidaknya setiap semester, saya bertemu dengan masing-masing mahasiswa saya, biasanya untuk meninjau draf makalah tugas akhir pada mata kuliah tertentu. Sebagiam mahasiswa menawarkan kesempatan untuk diskusi langsung berdua saja dan sebagai lagi diskusi kelompok kecil, sedangkan sebagian lagi memberi mereka umpan balik yang bermakna secara unik. Umpan balik yang berarti memberi tahu mahasiswa bagaimana mereka “melakukan usaha mereka untuk mencapai suatu tujuan.” Continue reading

#kidszamannow

Tags

,

Istilah #kidszamannow (kids zaman now) menjadi popular di zaman viral (digital), hari ini semua istilah yang ‘ears catching’, aneh, unik langsung bak virus menular ke mana-mana.  Kids zaman now adalah generasi millennial, generasi yang mengisi *20-25%* dari total penduduk  kita.  Mereka membentuk pasar sendiri yang unik, bahkan ekonomi sendiri yang tidak dimengerti oleh generasi sebelumnya.  Cara-cara dan gaya hidup kids zaman now telah mengubah cara kita berbelanja, membeli dan menjual.

Generasi dengan batas antara bermain dan bekerja menjadi tipis, generasi kids zaman now awal adalah Y generasi yang sekarang banyak menjadi manager muda di beberapa perusahaan besar, dan bahkan telah jadi CEO di perusahaan yang mereka bentuk (start up company)

Continue reading

Era Digital dan Peran Pendidik

Tags

, , ,

Kebutuhan terhadap pembelajaran digital didukung oleh ketersediaan perangkat di digital di sekitar mahasiswa. Digital technology is rapidly becoming an essential part of the daily life of many adults (Children Now, 2007). Jika di sekeliling mahasiswa sudah tersedia berbagai perangkat pembelajaran berbasis digital, maka tuntutannya dosen perlu kreatif dan inovatif merancang kegiatan pembelajaran. Sejauh ini, pelaksanaan pembelajaran digital belum menjadi prioritas dan implementasinya lebih bersifat ad hoc karena berbagai faktor tertentu, sehingga hasil yang diperoleh kurang maksimal. Continue reading

Transfer of Content atau Transfer of Knowledge?

Tags

, ,

Transfer of Content? Mmm…

Salah satu mahasiswa bertanya mengenai bagaimana menciptakan kegiatan belajar dan menghidari jebakan transfer of content? Pertanyaan ini kasus khusus dalam merancang dan mengembangkan e-learning.

Transfer of content merupakan cara belajar yang fokus pada pengiriman materi melalui website/blog saja tanpa Continue reading

Pesan (Konten) E-Learning

Tags

, ,

Konten e-learning saya sebut dengan pesan karena saya ingin memfamiliarkan penggunaan pesan di kalangan Teknolog Pendidikan, Pengembangan Teknologi Pembelajaran (PTP), perancang pembelajaran (Instructional Designer), dan perancang media pembelajaran. Konten dan pesan esensinya sama-sama menyampaikan materi kepada peserta didik, tetapi saya memaknai pesan sebagai informasi yang akan dikonstruksi oleh peserta didik. Sedangkan konten termaknai sebagai informasi yang akan dipindahkan kepada peserta didik (transfer pengetahuan). Pembelajaran abad XXI dianjurkan untuk melakukan transfer of learning, bukan tranfer of content.

Nah, bagaimana bentuk pesan pada e-learning?

Continue reading