Dia Mengingatkan

Bagi mereka yang mengingat sejarah bahwa suatu ketika mereka pernah kehilangan saudara karena air yang meluap, mereka akan ingat bahwa ini hari adalah lima tahunnya Aceh dilanda stunami, 230.000 orang tewas di 8 negara menemui tuhannya, berurai air mata keluarga yang ditinggalkan melepaskan.

Atau barangkali setiap hari mungkin manusia menjadikan harinya sebagai hari untuk mengingat, bagi yang pernah mengalami sesuatu yang istimewa dalam hidup mereka, bahkan pada hal kecil sekalipun. Tak ada salahnya mengingat yang telah berlalu, bukan untuk disesali, lebih dari itu dipelajari dan sebagai cermin menatap masa depan.

Malam Minggu, 26 Desember 2009. … continue reading this entry.

Aku Cemburu

Willis masuk tanpa suara ke dalam kamarnya. Didapatinya ayu dan zahra sudah tertidur, sepertinya memang belum sengaja tidur karena mereka terkapar dimana willis meninggalkan dua adiknya. Ayu ada bersama si Buluk, boneka besar yang selalu menemani kami dan Zahra tertidur di karpet sambil memegang novel Olenka karya budi darma. Sedangkan handpone ayu masih melantunkan mp3, rosa dengan hati yang kau sakiti. (>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>)

Belum willis membuka jilbabnya, willis mencoba bersandar pada dinding kamarnya yang berwarna hijau berharap sedikit tenang akibat kekacauan hatinya dari pembicaraan dengan Arief saat … continue reading this entry.

Terima Kasih Papa.

Willis berharap siswanya tidak macam-macam saat ujian semester ini berlangsung. Karna pagi ini Willis agak kacau. Tak dapat berkosenrtasi seperti biasa, meski wajah cerah masih tetap dilemparkannya pada tiap saat.

“Yudi, kamu dah melunasi uang kas?”, suara pak Alkamar mengejutkan Willis. Ternyata ada wali kelas yang mencek apa ada siswa yang menepati janji … continue reading this entry.

Kamar Mandi

‘Saat indah bersamamu’ dari Ungu mungunjungi gendang telingaku pagi ini. Sambil duduk di pintu kamarku menunggu antrian kamar mandi yang selalu saja antrian setiap pagi. Kali ini aku kesiangan, aku terjebak dalam antrian ini. Padahal biasanya aku selalu mandi sebelum adzan Subuh. Jadi, aku benar-benar merasa terjebak. Dan aku selalu saja merasa rugi jika aku terjebak dalam antrian ataupun dalam sebuah penantian. … continue reading this entry.

‘Maaf’ barangkali memberi kesempatan

Maaf, aku menyesali semua ini!

Maaf, aku telah berbuat bodoh dan tolol. Dan aku akui itu.

Maaf, ini di luar dugaanku.

Maaf, aku benar-benar didatangi setan.

Maaf, semua ini salahku.

Mohon maaf, aku janji ini takkan terulangi.

Dan akan ada berbagai jenis permintaan maaf … continue reading this entry.

NAFSU

Dalam tradisi sufisme, nafsu dibedakan menjadi empat tahap. Dimulai dari yang terendah. Pertama nafsu amarah, adalah nafsu yang bersifat instingtif. Seperti pada binatang, nafsu ini terus menagih dan menggoda untuk dituruti dan diikuti. Terus menerus. Seperti atasan yang seksi, ia mencocok hidung kita yang kerbau untuk selalu patuh mengikutinya dari belakang. Tentu saja mereka yang berada dalam level ini jauh dari mengenal diriny … continue reading this entry.

Mungkin Tanpa Judul

“Apakah kau mencintaiku?”, tanyamu setelah kau berargumen bahwa cinta itu ada di dalam diri dan meresap ke segala sendi kehidupan. Tampaknya kau melengkapi dari apa yang aku ucapkan, bahwa cinta itu saling memberi sesuatu dan saling mendengarkan. Karena aku pikir, kalau cinta saling memberikan sesuatu, apakah kita bisa saling memberi? Atau jika kata lain dari cinta adalah saling mendengarkan, apakah kita bisa saling terbuka?

Dalam hati, … continue reading this entry.

Hujan pagi ini mengundang ingatanku pada apa yang dikatakan Buya (panggilan khusus buat kakekku). “Kamu harus cerdas”, katanya sambil membelai rambut panjangku. Pernyataan singkat itu aku terima jauh sebelum beliau jatuh sakit. Dimana saat itu beliau masih sehat bugar, dan setiap pekerjaannya … continue reading this entry.

Pesan Prof Sore Ini

Sore ini pak Prof menekankan pada saya, bahwa kita ini memiliki kemampuan yang sama pada saat kita kita lahirkan. “Aku, kamu, memiliki potensi yang sama saat ibu kita melahirkan”, tekannya. Tapi sekarang kita, kamu dan teman kamu saling berbeda karena ikhtiar dan usaha masing-masing kita berbeda.  Termasuk penanganan dari orang di sekeliling kita.

Jika sekarang yang terjadi adalah hal yang buruk, itu dapat dirubah dengan ikhtiar dan usaha. Seperti yang tersurat dalam pedoman hidup yang ditinggalkan Rasul, “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang merubah nasibnya”.

Ikhtiar dan usaha pada hakikatnya berbeda. Ikhtiar adalah suatu semangat yang datang dari dalam diri, sedangkan usaha adalah kesempatan yang dipengaruhi oleh keadaan. Karena di dunia ini segalanya serba mungkin.

Dilihat dari segi apapun segalanya akan menjadi serba mungkin. Itu kembali pada ikhtiar tadi. Bukan tak mungkin anak dari sepasang suami istri yang buta huruf akan menjadi seorang profesor dan guru besar. Itu bisa terjadi dan akan bisa berubah dengan ikhtiar dan usaha dari anak itu sendiri. Siapa sangka SBY yang sewaktu kecilnya pernah dilecehkan sekarang menjadi orang nomor satu di Indonesia.

DITERIMA, DISIMPAN ATAU DIKEMBALIKAN?

Dingin!!!

Itu yang kurasakan sekarang. Sudah lama dan terasa sangat lama. Hampir beku dan tak punya rasa. Ditambah hujan dan badai menghantam tubuhku. Makin dingin…

Di sini aku masih sendiri, tanpa ada tempat berbagi, bersandar dan yang menghangatkan aku di saat dingin seperti ini. Aku rasa makin lama tubuhku menggigil dan akhirnya aku hanya terdiam di sudut ruang kosong itu. Aku rasakan hampa… … continue reading this entry.

« Entri lama